Jumat, 15 Juli 2016

Kisah Sebuah Album Foto

Ketika sedang membereskan almari buku, tanpa sengaja saya menemukan album foto masa kecil. Ada satu kesan mendalam yang muncul tatkala saya memperhatikan foto-foto tersebut. Saya berpendapat bahwa kamera adalah salah satu benda paling ajaib dalam sejarah penemuan manusia. Benda ini mampu merekam kejadian-kejadian yang kemungkinan terbesarnya tidak akan mampu disimpan lama oleh ingatan manusia.

Foto-foto itu membawa saya menggali kembali ingatan lama. Menyatukan serpihan demi serpihan, seperti menyusun puzzle. 




Bersambung .....

Konsep Hidup

"Apa konsep hidupmu?"

Satu pertanyaan yang hingga saat ini belum dapat saya temukan jawabannya.

Saya tidak pernah mentargetkan suatu pencapaian dalam hidup. Menurut saya, hidup ini adalah sebuah proses yang memiliki satu inti : kelahiran dan kematian. Namun diantara kedua hal tersebut, ada fase-fase yang harus dilalui karena konon katanya memuat 'arti kehidupan' (*ini mengutip pendapat ayah saya). Mungkin karena masih pemula, sampai detik ini pun saya belum memahami apa maksud dari nasehat tersebut. Semoga saja pada saatnya nanti, saya bisa memahami nasehat ini.


***** 

Kamis, 14 Juli 2016

Pohon Keluarga



Keluarga ibarat pohon.

Anak-anak adalah buah yang dihasilkan dari pohon yang sama. Berasal dari akar yang sama. Dibesarkan di bawah naungan rindag dahan dan diberi makan oleh dedaunan.
Ketika buah telah masak, ia akan jatuh, terlepas dari dahan. Mungkin, burung-burung akan memakannya dan membawa bijinya terbang jauh, kemudian menjatuhkannya di suatu tempat. Mungkin, ia hanya jatuh menggelinding, daging buahnya mengering, terkelupas dari bijinya, dan bijinya tertimbun tanah. Mungkin juga, semesta membawanya menjauh dari sang induk, hingga ia tiba di tempat yang jauh.
Di tempatnya yang baru, bijinya tumbuh. Mengulang fase yang telah dilalui induk terdahulunya. Namun, ia tumbuh menjadi pohon yang berbeda, meskipun ia mewarisi sifat induknya. Karena apa ? Tanah, air, dan udara yang memberinya kehidupan berbeda dengan induknya. 

Lalu, fase ini akan terus, terus, dan terus berulang.


Pohon ibarat keluarga.

Anak-anak dilahirkan dan dibesarkan di bawah naungan kasih sayang orang tua. Tumbuh bersama berbagi tawa dan luka. Hingga tiba saatnya, masing-masing membangun keluarga. Hidup mandiri di tempat yang baru. Beradaptasi dengan ruang dan waktu.
Ada saatnya, ikatan rasa saling memiliki sebagai sebuah keluarga akan terganti dengan rasa yang lain. Perlahan-lahan ikatan itu merenggang. Dan akhirnya terlepas.

Lalu, fase ini akan terus, terus, dan terus berulang.


*****


Saya masih ingat betul sebuah peristiwa. Saat kecil, saya sangat akrab dengan sepupu-sepupu saya. Setiap liburan lebaran, kami biasanya menginap bersama di rumah kakek - nenek. Biasanya 1 minggu penuh kami bersama. Dan setiap kali mereka berpamitan pulang, saya selalu sedih dan menangis diam-diam. Dalam hati saya bertanya, "Sampai kapan saya bisa merasakan momen kebersamaan seperti ini bersama mereka?"

Waktu berlalu dan kami semakin dewasa. Rasanya ketulusan perasaan haru yang dahulu sering mengiringi perjalanan pulang sepupu-sepupu saya, semakin lama semakin menghilang. Ketika mereka mengakhiri liburan lebaran dan pulang, saya masih sempat berbasa-basi dan mengantar mereka dengan senyum bahagia. Pertanyaan di dalam hati saya berubah menjadi "Kapan lagi saya bisa berjumpa dan berkumpul seperti ini dengan mereka?"

Mungkin pada momen liburan lebaran di tahun depan dan tahun-tahun selanjutnya, pertanyaan saya akan berubah menjadi "Kapan kalian main lagi kemari?" Dan kalimat itu saya ucapkan melalui telepon.


*****

Rabu, 13 Juli 2016

The Show


I'm just a little bit caught in the middle
Life is a maze and love is a riddle
I don't know where to go, can't do it alone
I've tried and I don't know why

Slow it down, make it stop or else my heart is going to pop
'Cause it's too much, yeah it's a lot to be something I'm not
I'm a fool out of love 'cause I just can't get enough

I'm just a little bit caught in the middle
Life is a maze and love is a riddle
I don't know where to go, can't do it alone
I've tried and I don't know why

I'm just a little girl lost in the moment
I'm so scared but I don't show it
I can't figure it out, it's bringing me down
I know I've got to let it go and just enjoy the show

The sun is hot in the sky just like a giant spotlight
The people follow the signs and synchronize in time
It's a joke nobody knows, they've got a ticket to the show

Yeah, I'm just a little bit caught in the middle
Life is a maze and love is a riddle
I don't know where to go, can't do it alone
I've tried and I don't know why

I'm just a little girl lost in the moment
I'm so scared but I don't show it
I can't figure it out, it's bringing me down
I know I've got to let it go and just enjoy the show
Just enjoy the show

I'm just a little bit caught in the middle
Life is a maze and love is a riddle
I don't know where to go, can't do it alone
I've tried and I don't know why

I'm just a little girl lost in the moment
I'm so scared but I don't show it
I can't figure it out, it's bringing me down
I know I've got to let it go and just enjoy the show
Just enjoy the show, just enjoy the show

I want my money back, I want my money back
I want my money back, just enjoy the show
I want my money back, I want my money back
I want my money back, just enjoy the show


# Diposting pertama kali pada 9 Oktober 2011 via Facebook



"Life is a maze and love is a riddle."
Kehidupan adalah labirin dan cinta adalah teka-teki.

Kehidupan adalah labirin
Kira-kira semacam itulah arti sepenggal syair lagu 'The Show' milik Lenka.
Kehidupan ibarat labirin yang memberikan kita kesempatan berupa pilihan. Kita harus memilih akan berbelok kemana? Pilihan itu yang nantinya akan menentukan kita bisa keluar dari labirin tersebut atau hanya berputar-putar di dalamnya. Mengerikan bukan?!

Menyoal labirin ini, saya teringat lagi dengan cerita Harry Potter di seri 'Piala Api' yang mengisahkan perjalanan Harry menerobos labirin sihir untuk memperebutkan piala api. Di dalam labirin itu telah dipasang mantra-mantra sihir sebagai penghalang keberhasilan para siswa sekolah sihir yang mengikuti perlombaan tersebut. Jadi, selain harus menentukan arah untuk menuju ke lokasi piala api, para peserta lomba juga harus mengatasi rintangan yang mereka temui di sepanjang perjalanan.

Seperti kata Lenka : Kehidupan adalah labirin. Saya sendiri juga sedang berada di dalam labirin ini. Berupaya menetukan kemana harus melangkah. Berputar-putar mencari jalan keluar. Berusaha mengatasi rintangan di depan mata. Kira-kira apa yang kita rasakan ketika sendirian di dalam sebuah labirin? Saya, merasa takut tidak dapat keluar dari sana dan khawatir akan salah menetukan arah. Mungkin jenis ketakutan setiap orang akan berbeda-beda. Lalu apa yang harus kita lakukan jika mau tidak mau, kita harus melewati labirin itu? Tentunya harus dilalui apapun yang terjadi. 

Dalam permainan labirin, jika kita salah dalam menentukan arah, pastinya akan menemukan jalan buntu. Kita harus berputar. Mulai lagi mencari persimpangan sebelumnya. Lalu mengambil arah yang lain. Seringkali kita tidak menyadari bahwa kita melewati lorong-lorong labirin yang sama, jadi kita hanya berputar-putar dan baru menyadarinya setelah kita berinisiatif untuk menandai jalan. Belum lagi kerusakan-kerusakan yang kita buat ketika harus mengatasi rintangan di tengah perjalanan atau ketika kita didera putus asa dan kesedihan karena tak kunjung menemukan jalan keluar. Kerusakan-kerusakan itu tidak akan pernah bisa kita pulihkan seperti sedia kala. Kita harus terus berjalan dan meninggalkannya sebagai catatan, agar kita tidak melakukan hal yang sama di langkah berikutnya.

Permainan labirin ini adalah sebuah pertunjukan jika kita menyaksikannya dari ketinggian. Pertunjukan bagi diri kita sendiri maupun bagi orang lain, karena setiap orang memiliki labirinnya masing-masing. Orang lain bisa menjadi penonton bagi permainan labirin kita, begitu pun sebaliknya.

Jadi, nikmati saja pertunjukan ini :)


Cinta adalah teka-teki
Pernah bermain teka-teki? Ada banyak sekali tipe permainan teka-teki yang diciptakan manusia. Ada satu kesamaan dari permainan teka-teki ini, yaitu selalu berakhir tak terduga. Jawaban dari teka-teki bisa jadi masuk akal, tidak masuk akal, atau bahkan konyol. Teka-teki selalu memiliki pola pemecahannya sendiri dan tidak ada seorang pun yang bisa protes karena semua menyadari bahwa itu adalah sebuah teka-teki. 

Cinta juga punya cara kerja yang mirip teka-teki. Cinta itu selalu berawal dan berakhir tak terduga. Seperti apa? Jawabannya entahlah ...... Mungkin pembaca bisa membantu menjawabnya :)
Cinta punya warna yang berbeda-beda. Cinta bisa berwarna merah atau merah jambu, bisa juga biru. Cinta punya bentuk yang berbeda-beda. Cinta bisa berbentuk cokelat dan balon jantung hati, bisa juga bunga mawar atau boneka beruang. Cinta bisa terungkap dengan cara yang berbeda-beda. Cinta bisa berupa untaian puisi dan syair lagu, bisa juga perhatian atau hanya kesunyian tak berbatas. Cinta pun punya makna dan tujuan yang berbeda-beda. Ada cinta sejati, cinta buta, cinta bertepuk sebelah tangan, cinta tak terbalas, cinta mati, atau bahkan 'Ada Apa Dengan Cinta?'  ;)

Jadi, nikmati saja pertunjukan ini :)

Dan jangan minta kembali uang yang telah kita bayarkan untuk menonton pertunjukan ini ;)

Cerita Si Garis

"Jalan hidup manusia itu seperti garis. Walaupun tidak lurus, suatu saat mungkin terjadi persilangan, perpotongan, atau persentuhan antara garis jalan hidup masing-masing."
(Okke 'Sepatu Merah' - Istoria da Paz)

Saya tidak dapat melupakan penggalan kalimat di atas semenjak pertama kali membacanya pada sampul halaman belakang sebuah novel yang berjudul Istoria da Paz.
Jalan hidup manusia itu memang seperti garis. Bayangkanlah ada selembar kertas putih dihadapanmu, lalu penuhilah kertas itu dengan goresan garis. Goresan garis yang dibuat oleh tangan, tanpa menggunakan bantuan penggaris. Hasilnya tidak akan pernah lurus. Tiap milimeter, bahkan mikrometer dari pergerakannya memuat karakter.
Garis-garis itu tak beraturan, meliuk, berputar, menyudut, melengkung, saling silang, menabrak, bersinggungan, berpotongan ...... Perhatikan garis-garis tersebut. Beberapa diantaranya ada yang berjajar, ada yang bersilang, ada yang terputus, ada yang bersinggungan ......

Garis bisa diibaratka sebagai jalan hidup manusia. Setiap orang memiliki jejak rekam, dimana mereka bebas menentukan kemana arahnya. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa semacam ada kekuatan semesta yang turut memegang kendali.

Saat ini, atau beberapa detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun yang telah berlalu, ternyata menggoreskan puluhan, ratusan, bahkan ribuan jalinan garis jalan hidup antar satu orang dengan orang yang lain. Ada banyak orang baru yang datang, mengisi hidup dan bertahan, lalu akhirnya pergi meninggalkan kehidupan kita. Ada yang sempat menjauh, tapi akhirnya kembali. Ada yang pernah dipersatukan, namun kemudian dipisahkan. Ada yang dahulu sekedar tahu, tiba-tiba saling mengenal. Ada yang telah lama berpisah, lalu kembali dipertemukan.
Wajah-wajah baru muncul dan wajah-wajah lama menghilang. Kita mengenal mereka secara ajaib dan tidak pernah tahu kapan atau berapa lama garis-garis yang telah terjalin tersebut akan tetap bertahan seperti itu.

Mereka mungkin adalah teman masa kecil kita. Cinta monyet anak tetangga sebelah. Sahabat baik. Teman sekolah. Teman kuliah. Teman sekantor. Teman satu komunitas. Teman curhat yang akhirnya menjadi kekasih atau bahkan suami atau istri kita. Gebetan yang hanya diketahui namanya dan hanya kita kagumi sosoknya dari jauh, tanpa pernah berhasil berkenalan dengannya. Teman nongkrong. Tukang jual makanan keliling yang sering lewat di depan rumah. Perempuan cantik atau pria tampan yang sering kita temui ketika sama-sama sedang makan siang. Kenalan di Facebook. Follower di sosial media. Mantan pacar. Pacar. Kenalan di Kaskus. Pembaca blog. TTM. Suami. Istri. Kakak dan adik kita. Saudara. Bahkan orang tua kita .....
Dan masih banyak orang-orang lain yang sekadar kita temui atau sempat mengisi kehidupan kita. Sebuah pertautan yang telah digariskan semesta. Semuanya berawal pasti dari 'ketidaksengajaan' yang tidak pernah direncanakan.

Meraka adalah orang-orang yang pernah atau akan atau saat ini sedang berbagi garis jalan hidup dengan kita. Mungkin ada yang goresan garisnya tidak serapat dulu. Ada yang kini garisnya sedang bersinggungan atau berjajar rapat. Atau mungkin ada yang sudah mulai menjauh?
Yang jelas, kita beruntng karena semesta menuntun kita untuk berbagi 'rel' kehidupan bersama mereka.


# Diposting untuk pertama kalinya pada 27 September 2011 via Facebook.

Sabtu, 08 Desember 2012

Hati 4 Perempuan

4 perempuan
4 cangkir kopi menunggu
Mata saling bertatap
Bibir lembut menyesap
Disela onar yang biasa mereka ciptakan
Terselip

Ada hati yang lantak
Didera cinta sepihak
Menanti ketidakpastian
Atau terus melangkah
Itu pilihan
Dan .....
Kesempurnaan datang membutakan
Membuat hati mati suri
Tak mampu meresapi dan mengenali rasa
Karena rasa itu terbungkus rapi
Berhias pita biru persahabatan
 
Lalu ketika rasa itu menjemput
Ditengah terik matahari
Melekat bagai bayangan
Hitam terabaikan
Sementara.....
Mata memandang oase di kejauhan
Jernih menggiurkan
Langkah dipercepat
Dia di sana, menunggumu
Fatamorgana tak tersentuh

Mengembaralah
Mencari rasa yang tak bertuan
Bukan pada hati yang telah tertambat
Miliki dan peliharalah

Hati perempuan itu dipilih
Tidak ditakdirkan untuk memilih 

4 perempuan
4 cangkir kopi tanpa isi

Pahit masih tersisa
Membekas pada dinding hati


# 7 Desember 2012