4 perempuan
4 cangkir kopi menunggu
Mata saling bertatap
Bibir lembut menyesap
Disela onar yang biasa mereka ciptakan
Terselip
Ada hati yang lantak
Didera cinta sepihak
Menanti ketidakpastian
Atau terus melangkah
Itu pilihan
Dan .....
Kesempurnaan datang membutakan
Membuat hati mati suri
Tak mampu meresapi dan mengenali rasa
Karena rasa itu terbungkus rapi
Berhias pita biru persahabatan
Lalu ketika rasa itu menjemput
Ditengah terik matahari
Melekat bagai bayangan
Hitam terabaikan
Sementara.....
Mata memandang oase di kejauhan
Jernih menggiurkan
Langkah dipercepat
Dia di sana, menunggumu
Fatamorgana tak tersentuh
Mengembaralah
Mencari rasa yang tak bertuan
Bukan pada hati yang telah tertambat
Miliki dan peliharalah
Hati perempuan itu dipilih
Tidak ditakdirkan untuk memilih
4 perempuan
4 cangkir kopi tanpa isi
Pahit masih tersisa
Membekas pada dinding hati
# 7 Desember 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar